ad1

Menonton Film Pawn Dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Setelah menunggu tujuh bulan, kabar gembira akhirnya saya terima yaitu dibuka kembali bioskop dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Hal ini saya sambut antusias karena sudah lama ingin menonton film di bioskop. Dua minggu setelah bioskop dibuka kembali, saya menonton film Korea berjudul "Pawn" di CGV Grand Indonesia tanggal 6 November 2020. 


film pawn




Sebelum masuk CGV, setiap pengunjung wajib scan barcode yang berisi biodata seperti nama, email, nmr hp dan enam angka nomer induk kependudukan. Setelah itu akan dicek suhu tubuh, wajib memakai masker, disediakan hand sanitizer di berbagai tempat dan tidak boleh membawa makanan atau minuman ke dalam bioskop. 



cgv grand indonesia


scan barcode cgv


Awalnya terlihat repot namun saat dijalankan biasa saja karena di tempat lain pun menerapkan hal yang sama seperti di restaurant atau pusat perbelanjaan. Selama kita sadar akan manfaatnya akan ringan dijalankan karena inilah kebiasaan baru yang nantinya akan diterapkan dalam berbagai hal. 



Saat melihat trailernya akhir Oktober lalu, saya sempat penasaran bagaimana cerita film ini karena menjadikan anak-anak sebagai jaminan. Sepintas film ini seperti film komedi ternyata saat ditonton mengharukan yang berhasil membuat penonton merasa sedih sampai meneteskan air mata. 



ibu dan seung yi kecil



adegan tagih hutang


Film dibuka dengan karir seorang penerjemah bahasa Mandarin dan Korea di China yang mendadak pulang karena mendapat sebuah kabar. Lalu cerita flashback ke tahun 1993 dimana ada seorang ibu yang merupakan imigran gelap China memiliki hutang lalu ditagih oleh Du Seok dan Jog Bae. Karena si ibu tidak memiliki uang maka sang anak Seung Yi dijadikan jaminan atau gadai supaya hutangnya cepat lunas. 

Ibu Seung Yi lalu dideportasi ke China dan menitipkan anaknya ke Du Seok karena akan ditebus oleh pamannya untuk diadopsi oleh keluarga di Incheon. Saat akan menyerahkan Seung Yi pada pamannya di terminal bis, Du Seok sempat curiga karena tidak mengetahui nama anak tersebut. Setelah pergi kecurigaan Du Seok terbukti karena Seung Yi dijual ke orang lain seharga 300 dolar. 

Seung Yi bekerja pada sebuah karaoke dan klub malam membersihkan toilet dan lainnya. Parahnya ia terkena pecahan gelas pada pipinya hingga berdarah. Karena ketakutan ia, lalu menelpon Du Seok agar malam harinya. Du Seok dan Jog Bae lalu menuju Incheon saat itu juga dan berhasil membawa pulang Seung Yi. 

seung yi remaja


Du Seok perlahan-lahan memperlakukan Seung Yi sebagai seorang anak mulai dari menebus, membiayai berobat, menjadikan warna negara Korea Selatan, menyekolahkan hingga perguruan tinggi, serta mempertemukan dengan ibu dan ayah kandungnya. Bahkan ibu kandungnya pun melihat anak tumbuh bahagia dan tak ingin memisahkan Seung Yi dengan Du Seok. 

Karena kecelakaan Seung Yi terpisah dengan Du Seok selama sepuluh tahun. Berhasilkah ia menemukan kembali ayahnya ? Tonton film ini mulai tayang di CGV, Cinepolis, Flix, Kota Cinema mulai tayang tanggal 9 November 2020.

Cerita film yang sederhana, ringan, menghibur dan menyentuh berhasil membuat saya terharu melihat perjuangan seorang pria melindungi dan membesarkan anak perempuan hingga dewasa. Padahal tidak ada hubungan darah tapi bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus lebih dari ayah kandungnya sendiri. 

Persepsi saya pun berubah karakter Du Seok yang saya anggap jahat karena memisahkan ibu dan anak malah menjadi pahlawan yang bisa menyelamatkan dan memberikan masa depan cerah seperti anak-anak lainnya. 


telepon umum


Yang saya suka dari film Pawn adalah akting pemainnya yang natural terutama si anak kecil yang polos juga menggemaskan, nuansa 90an dengan musik, pakaian, pager dan telepon umum membuat saya nostalgia di masa anak-anak. 

Tak heran jika film Pawn berhasil menjadi film box office di Korea di tengah pandemi dengan jumlah penonton lebih dari satu juta orang. Meskipun baru tayang dua bulan setelahnya di Indonesia, film ini menarik untuk ditonton bersama teman, sahabat atau keluarga untuk merasakan kembali makna sebuah kasih sayang dalam keluarga. Film ini untuk direkomendasikan untuk usia tiga belas tahun ke atas. Selamat menonton  dan siap-siap membawa tisu karena film ini mengandung bawang hehehe..


menonton memakai masker






Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2